outbound di malang berwisata di gunung bromo

outbound di malang berwisata di gunung bromo

Tentu sudah tidak asing dong dengan Gunung Bromo yang namanya saja sudah terkenal hingga ke luar negeri. Gunung yang disucikan oleh masyarakat suku tengger ini memang memiliki daya tarik dan keindahan yang layak menjadi ikon destinasi wisata di Indonesia. Tapi tahukah kalian kalau Malang juga memiliki wisata lainnya selain outbound di malang berwisata di gunung bromo. Yaitu Outbound di Songgoriti Malang yang lebih tepatnya berada di Kota Batu.

Outbound di Malang tentu sudah tiak asing di kalangan perusahaan maupun swasta yang sering mengadakan lburan bersama. Training outbound Malang sendiri bermanfaat untuk merekatkan kekompakan dalam tim, mengasah jiwa kepemimpinan dan lain sebagainya. Beberapa lokasi outbound ada di kota ini, namun salah satu yang terpopuler adalah outbound di Songgoriti Malang. Lalu bagaimana dengan outbund di Malang berwisata di Gunung Bromo?

Gunung Bromo termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki keunikan berupa savana pasir dan keindahan matahari terbitnya. Savana pasir di Gunung Bromo terbentuk dari batuan maupun pasir yang berasal dari letusan Gunung Bromo. Tepat di lautan pasir tersebut terdapat sebuah pura yang menjadi rumah ibadah bagi pemeluk agama hindu suku Tengger.

outbound di malang berwisata di gunung bromo

Jika beruntung wisatawan juga bisa menyaksikan upacara adat Kasada yang setiap tahun di gelar oleh Suku Tengger. Upacara tersebut biasanya berlangsung pada malam hari dan berakhir pada dini hari. Pada upacara ini, masyarakat yang ikut akan mengarak hasil bumi yang kemudian dilemparkan menuju kawah Gunung Bromo. Upacara tersebut sebagai perlambang atau ungkapan syukur masyarakat Tengger karena telah diberi hasil panen yang berlimpah. Sekaligus sebagai doa agar kawasan di sekitar Tengger tetap aman dan diberkahi oleh Tuhan.

Bromo sendiri sudah sejak lama menjadi destinasi wisata favorit, apalagi ketika musim kemarau di tempat ini sering kali ditutupi oleh embun es. Karena pada saat musim kemarau tersebut suhu udara menjadi lebih rendah bahkan bisa sampai di bawah 0 derajat. Hal tersebut pun membuat kawasan Bromo tertutup oleh embun yang membeku.

Walaupun menciptakan pemandangan indah layaknya negara Eropa ketika musim dingin, fenomena ini menjadi musuh tersendiri bagi petani. Karena sata tanaman tertutup oleh embun es, tanaman tersebut akan layu dan mati. Masyrakat Suku Tengger pun akan merugi karena gagal panen. Selain bertani sayuran, di sekitar Bromo juga terdapat petani yang membudidayakan tanaman bunga edelweis.

Bunga yang memiliki warna putih dengan kelopaknya yang kecil ini seringkali menjadi buah tangan bagi wisatawan yang datang ke Bromo. Karena termasuk ke dalam salah satu tanaman yang dilindungi, maka masyarakat tidak boleh sembarang memetiknya di alam. Karena itulah masyarakat Tengger membudidayakannya dan menjualnya sebagai oleh-oleh.

Agar tidak monoton berwarna putih saja, masyarakat di sini mewarnai bunga tersebut dnegan berbagai macam warna dan merangkainya terlebih dahulu sebelum menjualnya kepada wisatawan. Bunga abadi yang langka ini pun bisa dibawa pulang dan menjadi kenang-kenangan di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *